Kala itu, matahari belum menampakkan sinar saat tiga mobil jenis pick up melaju dari kantor Polsek Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis pagi, 19 Januari 2017. Tiga mobil itu mengangkut tim gabungan dari Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK), petugas kepolisian, serta seorang investigator Yayasan Indonesia Animal Rescue Indonesia (YIARI).

Mereka melaju menuju Desa Pegagan, Kecamatan Kapetakan, Cirebon. Di desa itu, tim hendak memburu Ali Jaziah, pedagang hewan yang dilindungi negara. "Itu, rumahnya sebelah sana," kata sang investigator berusia 30-an tahun yang tak mau disebut namanya kepada seorang petugas.

Rumah yang dituju terletak di sebelah kanan jalan dan bercat putih. Di rumah tersebut, Ali menyimpan kukang-kukang liar yang dikumpulkannya dari pemburu. Wajah Ali tampak kaget ketika dirinya mendapati petugas sudah nangkring di depan rumah.

c-liputan3.jpg

Ali yang baru saja bangun tidur dan belum mandi, terlihat kuyu. Ia tak bisa mengelak. Lantaran, tim sudah melokalisir rumahnya dan menemukan 18 kukang dalam satu kandang berukuran 1x0,5 meter dengan tinggi 1 meter. "Enggak banyak yang saya jual," kata Ali kepada Liputan6.com.

Kukang merupakan satwa liar yang dilindungi lewat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Primata ini punya fungsi mengendalikan jumlah serangga. Sebab, makanan utama kukang adalah serangga yang kerap menjadi hama.

Ali menuturkan, dirinya menjual kukang melalui akun media sosial Facebook, dengan nama Muhammad Dzulfikar Khan. Penangkapan terhadap Ali mengantarkan polisi dan Gakkum KLHK memburu pedagang lain yang juga beroperasi di kawasan Jawa Barat. 

c-liputan4.jpg

Pedagang tersebut adalah Amung Sunarya. Sama dengan Ali, Amung menggunakan media sosial Facebook buat berjualan. Ia bersembunyi di balik nama Amonk Praja.

Tak butuh waktu lama, Sabtu pagi, 21 Januari 2017, tim gabungan menciduk Amung di kediamannya di Desa Buah Kapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Di dalam rumah Amung, petugas menemukan delapan kukang, yang sudah dikemas dalam dua kardus. Jika tak sempat ditangkap, kukang-kukang itu bakal dikirim Amung kepada seorang pemesan yang beralamat di Depok, Jawa Barat.

sumber: http://news.liputan6.com/read/2842202/journal-kukang-yang-terancam-punah-tapi-terus-diburu 

Bantu Kami Selamatkan Kukang!

A LITTLE ABOUT US

Kukangku adalah sebuah gerakan kampanye untuk melindungi kukang dari ancaman kepunahan akibat aktivitas perburuan, perdagangan dan pemeliharaan.

YOU MAY NEED THIS

KEEP IN TOUCH

Ikuti kegiatan kampanye penyadartahuan kukang oleh Kukangku melalui akun sosial media kami.

© Copyright 2017. All rights reserved. KukangKu.Org